Place Your Ad
Place Your Ad
Place Your Ad
BeritaDuan LolatKepulauan Tanimbar

Lembaga Adat Tanimbar Selatan Dukung Penuh Ground breaking Blok Masela

×

Lembaga Adat Tanimbar Selatan Dukung Penuh Ground breaking Blok Masela

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

Saumlaki, Kapatanews.com – Harapan panjang masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk menyaksikan dimulainya pembangunan proyek strategis nasional Blok Masela kini semakin terasa nyata. Menjelang pelaksanaan groundbreaking, gelombang dukungan terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para pemangku adat yang selama ini menjadi penjaga nilai, budaya, dan persatuan di bumi Duan Lolat. Kamis, (2/7/2026).

Salah satu dukungan datang dari Ketua Lembaga Adat Tanimbar Selatan, Liberatus Fenanlampir, SE. Baginya, groundbreaking bukan sekadar seremoni peletakan batu pertama, melainkan penanda dimulainya babak baru perjalanan pembangunan yang telah lama dinantikan seluruh masyarakat Tanimbar.

Di mata masyarakat adat, pembangunan yang baik bukan hanya menghadirkan gedung, pelabuhan, atau kawasan industri. Pembangunan sejati adalah ketika kesejahteraan tumbuh bersama masyarakat, kesempatan kerja terbuka bagi generasi muda, dan kehidupan ekonomi bergerak lebih baik dari hari ke hari.

Liberatus menilai Blok Masela merupakan peluang besar yang tidak datang setiap generasi. Karena itu, seluruh masyarakat diharapkan mampu melihat proyek tersebut sebagai kesempatan emas untuk membawa Tanimbar menuju masa depan yang lebih maju dan mandiri.

“Kami dari Lembaga Adat Tanimbar Selatan mendukung penuh pelaksanaan groundbreaking Blok Masela. Ini adalah momentum bersejarah yang telah lama dinantikan masyarakat Tanimbar sebagai awal dari kemajuan daerah,” ujar Liberatus.

Menurutnya, dukungan masyarakat adat lahir dari kesadaran bahwa pembangunan membutuhkan kebersamaan. Tidak ada kemajuan yang dapat dicapai apabila masyarakat justru terpecah oleh perbedaan kepentingan maupun pandangan.

Ia menegaskan, adat tidak pernah mengajarkan masyarakat untuk menolak perubahan. Sebaliknya, adat selalu mengajarkan bagaimana perubahan dijalankan dengan mengedepankan musyawarah, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Karena itu, Lembaga Adat Tanimbar Selatan menyatakan kesiapannya menjadi bagian dari upaya menjaga situasi daerah tetap aman, damai, dan kondusif selama seluruh tahapan pembangunan berlangsung.

“Kami percaya pembangunan akan berjalan baik apabila keamanan dan persatuan terus dijaga bersama. Adat mengajarkan perdamaian, bukan perpecahan. Karena itu mari kita dukung pembangunan ini secara bijaksana,” katanya.

Liberatus menilai investasi sebesar Blok Masela akan memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Aktivitas usaha masyarakat diperkirakan meningkat, sektor perdagangan bergerak lebih hidup, dan peluang usaha baru akan terus bermunculan.

Kehadiran proyek energi nasional tersebut juga diyakini mampu mendorong berkembangnya sektor jasa, transportasi, perhotelan, usaha kecil, hingga berbagai kegiatan ekonomi yang selama ini masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih besar.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembangunan harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat. Kemajuan ekonomi tidak boleh menghapus identitas budaya yang selama berabad-abad menjadi kekuatan masyarakat Tanimbar.

“Pembangunan dan adat tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berjalan berdampingan sehingga kemajuan yang dicapai tetap menghormati budaya, nilai, dan warisan leluhur kita,” ungkapnya.

Menurut Liberatus, masyarakat adat justru ingin menjadi mitra pemerintah dan investor dalam memastikan pembangunan berlangsung secara harmonis serta memberikan manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah, pelaksana proyek, masyarakat, dan lembaga adat terus dibangun secara terbuka sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog yang bermartabat.

Liberatus juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, keberhasilan Blok Masela nantinya harus diikuti dengan meningkatnya kemampuan generasi muda Tanimbar agar mampu bersaing dalam berbagai bidang pekerjaan.

Kesempatan itu, kata dia, harus dipersiapkan sejak sekarang melalui pendidikan, pelatihan, peningkatan keterampilan, dan pembinaan tenaga kerja lokal agar masyarakat benar-benar menjadi bagian dari pembangunan.

“Anak-anak Tanimbar harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Mereka harus mendapatkan kesempatan bekerja, belajar, dan berkembang bersama hadirnya investasi besar ini,” tegasnya.

Ia percaya keberhasilan proyek nasional tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal merasakan manfaat ekonomi, sosial, dan peningkatan kualitas hidup.

Nilai gotong royong, persaudaraan, serta semangat hidup orang basudara yang selama ini mengakar dalam kehidupan masyarakat Tanimbar dinilai menjadi modal sosial yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan proyek tersebut.

Karena itu, Liberatus mengajak seluruh masyarakat agar menjadikan momentum groundbreaking sebagai awal memperkuat persatuan, bukan membuka ruang bagi perpecahan yang justru dapat menghambat pembangunan.

“Mari kita tinggalkan perbedaan yang dapat menghambat kemajuan. Mari kita bergandengan tangan mengawal pembangunan ini demi masa depan anak cucu kita dan kemajuan Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Tanimbar memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga stabilitas daerah agar kepercayaan investor tetap terpelihara sekaligus memberikan kepastian bahwa Tanimbar merupakan daerah yang aman bagi pembangunan.

Ia optimistis, apabila pemerintah, masyarakat, lembaga adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh pemangku kepentingan berjalan dalam semangat kebersamaan, maka Blok Masela akan menjadi tonggak lahirnya era baru pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia bagian timur.

Bagi Lembaga Adat Tanimbar Selatan, keberhasilan proyek ini bukan semata soal investasi bernilai triliunan rupiah. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kesejahteraan hadir di setiap rumah, pendidikan semakin baik, lapangan kerja terbuka luas, dan generasi muda mampu menatap masa depan dengan penuh optimisme.

Dukungan yang disampaikan Ketua Lembaga Adat Tanimbar Selatan, Liberatus Fenanlampir, menjadi pesan kuat bahwa pembangunan dan adat dapat berjalan beriringan. Dari tanah Duan Lolat, harapan itu kini tumbuh semakin besar, menyambut dimulainya sejarah baru melalui groundbreaking Blok Masela yang diyakini akan membawa Tanimbar menuju masa depan yang lebih sejahtera. (Nik Besitimur)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP