Ambon,Kapatanews.com – Koordinator Wilayah XI GMKI Maluku, Yandri Porumau, menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan yang sebelumnya beredar mengenai kondisi sekolah-sekolah Kristen di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Yandri menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan dalam rilis berita tersebut tidak dimaksudkan untuk menyinggung ataupun menyerang pimpinan Gereja Protestan Maluku (GPM). Menurutnya, substansi yang ingin disampaikan adalah pentingnya perhatian bersama terhadap upaya penyelamatan dan keberlangsungan sekolah-sekolah Kristen yang saat ini menghadapi berbagai tantangan di Kabupaten MBD.
Dalam rilisnya kepada media ino, Minggu (14/6/2026) dirnya menegaskan bahwa tujuan dari pernyataan tersebut semata-mata untuk mendorong perhatian semua pihak terhadap kondisi sekolah-sekolah Kristen, sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat demi keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda di Maluku Barat Daya,” jelas Yandri
“Ia juga menyampaikan bahwa apabila dalam rilis berita tersebut terdapat kalimat atau diksi yang menimbulkan kesalahpahaman serta dianggap menyinggung pimpinan GPM, maka atas nama pribadi dan sebagai Koordinator Wilayah XI GMKI Maluku, dirinya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya”
Lebih lanjut, Yandri mengajak Pemerintah Kabupaten MBD, pimpinan GPM, serta Yayasan Sekolah Kristen GPM untuk bersama-sama membangun komunikasi dan mencari solusi yang konstruktif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi sekolah-sekolah yayasan di Kabupaten MBD. Menurutnya, terdapat sekitar 63 sekolah yayasan yang memerlukan perhatian serius agar tetap dapat menjalankan fungsi pelayanan pendidikan secara optimal.
“Persoalan pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, Pemerintah Daerah, Gereja, yayasan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu duduk bersama untuk mencari langkah-langkah strategis demi menyelamatkan dan memperkuat masa depan sekolah-sekolah yayasan di Kabupaten Maluku Barat Daya,” tutupnya (KN-03)



