Place Your Ad
Place Your Ad
Place Your Ad
Olahraga

Seri Serasa Menang, Kiper 40 Tahun Biking Spanyol Stres

×

Seri Serasa Menang, Kiper 40 Tahun Biking Spanyol Stres

Sebarkan artikel ini
Foto : Penampilang Gemilang Vozinha. Kiper 40 tahun Tanjung Varde yang berhasil mebuat Tim Spanyol frustasi

Ambon,Kapatanews.com – Tim debutan Tanjung Varde, menampilkan permainan  yang luar biasa setelah mampu menahan Tim Matador Spanyol. Hasil Seri bagi Tanjung Varde ibarat sebuah kemenangan. Penampilan gemilang Tanjung Varde tak lepas dari seorang kiper yang berusia 40 Tahun.

Satu kata Spanyol “stres”. Vozinha. Kiper 40 tahun ini bikin tujuh saves untuk membawa Hiu Biru menahan La Furia Roja 0-0.

Spanyol tertahan 0-0 oleh Tanjung Verde pada laga Grup H Piala Dunia 2026 berlangsung di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026). Hasil yang terbilang mengejutkan.

Pasalnya, Spanyol yang saat berada di ranking ketiga FIFA merupakan salah satu unggulan di ajang ini. Sementara, Tanjung Verde hanya berada di peringkat 64 FIFA. Mereka juga debutan di Piala Dunia.

Tim Matador sebenarnya tampil dominan di laga ini. Mereka mencatatkan 75 persen penguasaan bola dibanding dengan 26 persen milik dari Hiu Biru.

Spanyol juga terus menekan dengan total bikin 27 tembakan. Tanjung Verde hanya bikin enam tembakan.

Namun, Spanyol gagal mengkonversi sejumlah peluang yang dimilikinya jadi gol. Salah satu sebab La Roja gagal bikin gol adalah performa gemilang dari kiper Tanjung Verde, Vozinha.

Vozinha yang sudah berusia 40 tahun mampu bikin para pemain Spanyol frustasi. Ia mencatatkan tujuh penyelamatan dan tiga kali menangkap bola di udara untuk bikin cleansheet laga ini. Ia jadi kiper tertua yang mencatatkan cleansheet pada debutnya di Piala Dunia.

Tentu tak ada yang menyangka Vozinha bisa meredam lini depan Spanyol. Mengingat, ia hanya memperkuat klub-klub di liga gurem Eropa.

Setelah meninggalkan Cape Verde, ia cuma membela klub di Liga Moldova, Liga Siprus, Liga Slavokia, dan kini membela klub divisi dua Portugal, Chaves. Saat bermain di Liga Slovakia, Vozinha pernah satu tim dengan Witan Sulaeman kala membela AS Trencin pada 2022.

Vozinha membuktikan bahwa karier tak mentereng di level klub bukan halangan untuk bersinar di Piala Dunia. Ia meraih gelar man of the match di laga Spanyol vs Tanjung Verde.

Jalannya Pertandingan

Di awal babak pertama, tempo permainan berjalan cukup lambat. Spanyol berupaya membongkar lini belakang Cape Verde, tapi hingga 10 menit pertama belum ada peluang berarti dari kedua tim.

Kans didapat Spanyol pada menit ke-15 kala sepakan kaki kanan Pedri masih bisa ditangkap kiper Cape Verde Vozinho. Sepanjang 20 menit pertama laga, pertahanan Cape Verde bermain disiplin membendung tekanan La Furia Roja.

Spanyol punya kesempatan lewat tendangan voli Cucurella pada menit ke-29, tapi bola masih melambung di atas mistar gawang Cape Varde.

Tim asuhan Luis de la Fuente terus mencoba mencari ruang untuk menyerang Cape Verde. Jovane Cabral menit ke-38 mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh kaki kanan, sayang bola tidak mengarah ke gawang yang dikawal Unai Simon.

Serangan berbahaya terjadi di kotak penalti Cape Verde pada menit ke-39, ketika sundulan Cucurella disambut tendangan Ferran Torres masih mengenai mistar gawang.

Lalu, momen itu disusul peluang lainnya dari sundulan Mikel Oyarzabalyang bisa ditepis Vozinha. Gawang Cape Verde masih aman dari gol.

Pada menit ke-45, tendangan kaki kiri Feran Torres dari dalam kotak penalti masih mampu ditangkp Vozinha, yang bermain sigap pada 45 menit pertama. Hingga babak pertama berakhir, skor masih 0-0 untuk kedua tim.

 

Babak Kedua

Situasi belum banyak berubah di permulaan babak kedua. Spanyol masih mendominasi, tapi seakan mengalami kebuntuan dalam mendapatkan peluang gol.

Beberapa kali percobaan tendangan ke arah gawang Cape Verde belum juga membuahkan gol. Pada menit ke-51, tendangan kaki kiri winger Spanyol Ferran Torres melambung.

Lalu, sundulan Fabian Ruiz mampu diamankan kiper Vozinho pada menit ke-56. Pada menit ke-61, Cape Verde memutuskan melakukan pergantian tiga pemain sekaligus.

Spanyol memasukkan Lamine Yamal dari bangku cadangan pada menit ke-71 demi menambah kreativitas dalam upaya menjebol gawang Cape Verde.

Tekanan yang dilancarkan Rodri dan kawan-kawan, tapi pertahanan berlapis Cape Verde sanggup membendungnya berkat kepiawan seorang Vozinha.

Vozinho kembali bermain apik di bawah mistar gawang Cape Verde saat pada menit ke-82 sukses menahan tandukan Cucurella. Peluang juga didapat Spanyol pada menit ke-88, saat umpan sundulan Dani Olmo disambut Oyarzabal yang hanya berbuah sepak pojok.

Cape Verde dapat dua kans pada menit ke-90 dan ke-91, ketika sepakan Kevin Pina bisa diblok. Kemudian sundulan Diney Borgesbisa ditangkap kiper Spanyol Unai Simon.

Saling serang terjadi di penghujung laga, tapi kedua tim tetap belum bisa mencetak gol. Hingga wasit menitup peluit panjang tanda pertandingan usai, Spanyol imbang 0-0 kontra Cape Verde  (*)

 

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP