Ambon,Kapatanews.com – Ketua DPD Golkar Maluku,Umar.A.Lessy dalam pidatonya meminta KPPG Maluku untuk senantiasa mengambil peran strategis dan terlibat aktif dalam setiap proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Umar Lessy dalam Pidatonya yang dibacakan oleh Ketua Harian, Ridwan Rahman, saat mewakili Ketua Golkar Maluku dalam acara Orentasi Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Maluku, Amaris Hotel, Jumat (6/11/2026)
Menurutnya, KPPG bukan sekadar organisasi sayap perempuan. KPPG adalah bagian penting dari kekuatan politik Partai Golkar, sekaligus ruang perjuangan, pengabdian, dan pengembangan kepemimpinan perempuan. Kita menyadari bahwa perempuan memiliki kekuatan sosial, ekonomi, dan politik yang sangat besar dalam menentukan arah kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa.
“Karena itu, keberadaan KPPG harus memiliki makna strategis bagi Partai Golkar. KPPG harus hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan rakyat, memperjuangkan kepentingan perempuan, serta menjadi kekuatan yang ikut membesarkan dan memenangkan Partai Golkar, khususnya di Maluku” ucapnya
Lebih jauh, Ketua Golkar Maluku ini, menyampaikan 6 arahan sekaligus perintah organisasi kepada seluruh jajaran pengurus KPPG di Maluku untuk selalu fokus dalam membesarkan KPPG dan Partai Golkar :
Pertama, bangun organisasi yang aktif, responsif, dan produktif. Saya perintahkan seluruh pengurus KPPG untuk tidak menjadikan organisasi ini sekadar pelengkap struktur partai. KPPG harus bergerak, bekerja, dan mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Seluruh program dan agenda perjuangan Partai Golkar harus menjadi bagian dari gerakan KPPG, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan dan tantangan masyarakat Maluku.
Kedua, perkuat konsolidasi dan penggalangan kekuatan perempuan. Perempuan adalah kekuatan strategis yang tidak boleh diabaikan dalam perjuangan politik. Karena itu, KPPG harus mampu menjangkau perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari kaum ibu, perempuan muda, pelaku UMKM, komunitas profesi, hingga perempuan di wilayah kepulauan dan pelosok Maluku. Jangan hanya bekerja di ruang-ruang pertemuan, tetapi turunlah ke tengah masyarakat. Bangun kedekatan, dengarkan aspirasi, dan hadirkan solusi.
Ketiga, segera lakukan penguatan struktur organisasi sampai ke tingkat kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan kelurahan. Saya ingin KPPG di Maluku memiliki struktur yang hidup, solid, dan bekerja. Jangan ada kepengurusan yang hanya tercatat di atas kertas. Setiap struktur harus memiliki program, agenda, dan tanggung jawab yang jelas.
Keempat, jadikan KPPG sebagai pintu masuk dan pusat kaderisasi perempuan Partai Golkar. Saya tegaskan bahwa KPPG harus menjadi ruang lahirnya kader-kader perempuan yang berkualitas, berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta siap mengemban tanggung jawab politik. Partai Golkar harus memberikan ruang dan kesempatan yang nyata bagi perempuan untuk menduduki posisi-posisi strategis, baik di internal partai maupun lembaga-lembaga politik dan pemerintahan.
Kelima, bangun kesetaraan dan keberpihakan dalam tubuh partai. Jangan pernah memandang perempuan hanya sebagai pelengkap dalam kegiatan politik atau sekadar pengumpul suara saat pemilu. Perempuan harus menjadi pengambil keputusan, pemimpin, dan bagian penting dalam menentukan arah kebijakan serta masa depan Partai Golkar.
Keenam, jadikan orientasi ini sebagai titik awal konsolidasi dan disiplin organisasi. Saya minta seluruh peserta mengikuti orientasi ini dengan sungguh-sungguh. Pahami ideologi, platform, sejarah, dan arah perjuangan Partai Golkar. Setelah kegiatan ini, harus ada tindak lanjut berupa program kerja yang terukur, pembagian tugas yang jelas, serta mekanisme evaluasi terhadap kinerja organisasi.
Diakhirnya arahannya, Pria Low Profile ini, menaruh harapan besar kepada KPPG Maluku agar selalu bertumbuh menjadi organisasi perempuan yang kuat, solid, mandiri, dan disegani. Saya ingin melihat perempuan-perempuan Partai Golkar tampil di garis depan perjuangan, bukan hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak organisasi dan kekuatan perubahan di tengah masyarakat.
” Kita ingin KPPG menjadi tempat lahirnya pemimpin-pemimpin perempuan Maluku yang mampu berbicara, bekerja, mengambil keputusan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah” tegas Umar
Ingat, kebesaran Partai Golkar tidak hanya ditentukan oleh kuatnya struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuan kita menghadirkan kader-kader terbaik dan membangun kepercayaan masyarakat.
Karena itu, saya titipkan satu pesan: KPPG harus bergerak, KPPG harus bekerja, KPPG harus hadir di tengah rakyat, dan KPPG harus menjadi kekuatan nyata untuk membesarkan Partai Golkar di Maluku!,
Selamat mengikuti orientasi. Selamat berjuang dan terus berkarya untuk Partai Golkar, masyarakat, dan Maluku yang kita cintai, tutup Umar
Suara Rakyat, Suara Golkar! ( KN-03)



