Ambon,Kapatanews.com – Pernyataan Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Saodah Tethool di beberapa media online yang menegaskan Seleksi Penerimaan Siswa Baru SMA Unggulan di Ambon bebas “Titipan” ditanggapi sinis oleh publik Maluku.
Pantuan media ini dalam unggahan Facabook Tribon Ambon, Rabu 10 Juni 2026, pernyataan Tethool mendapat respon sangat negatif dari warganet. Tethol dianggap “Asbun” alias asal bunyi.
DPRD Maluku dinilai warganet memiliki banyak titipan siswa disetiap tahun ajaran baru. Pernyataan Warganet tersebut merupakan realita dari akumulasi kekecewaan yang terjadi disetiap penerimaaan siswa baru.
Akun Facebook Ibnu Marwan dalam komentarnya mengatakan ” Bae jua jangan sampe DPR yang punya titipan banyak” ungkapnya. Berbeda dengan Ibnu Marwan, akun facebook Erna Tomasila dan Waetahui Samasuru memberikan pernyataan monohok ” semoga yang diucapkan ibu Oda itu bener-bener ya,tahan kata-kata tu ibu- Waduh ibu ketua komisi sair lagu memang lida tak bertulang”
Tak mau kalah dengan pernyataan tiga Warganet diatas Wilson Nsl dan Putra Lease Cakri mengatakan Tethol “omong kosong dan sampe ayam tumbuh gigi” . Pernyataan pedas dua warganet ini sebagai bukti ketidakpercayaan rakyat kepada para wakilnya di DPRD Maluku
Lebih parah lagi komentar akun facebook Saya Beta mengatakan “Berarti selama ini titipan ya” . Wargaenet tersebut menilai pernyataan Tethool sebagai bukti bahwa Tethool mengakui dan membenarkan selama ini disetiap proses penerimaan siswa baru banyak terjadi titipan,tegas akun facebook Saya Beta
Berikut kami rangkum 10 komentar miris warganet terhadap pernyataan Ketua Komisi IV, Saodah Tethool :
1. Laurens Makatipu : Biasanya titipan itu dari atas,semangat ibu ketua komisi semoga terjadi demikian. Kalo terjadi sesuai juknis /SK Gubernur saya hormat dan bangga punya anggota dewan,demikian.
2. Henry Lewerissa: Ibu e mau biking apa lai tetap ada titipan saja
3. Erwin Musqtta : Ibu dong yang biasa titip to
4.Katie Sri Andriani : Lagu legenda
5.Eka Sanaky : Aduh pengalaman tahun lalu, anaku dari SMP dari kelas 1 sampai kelas 3 ranking 1. Lulus SMP Ranking 1, padahal masuk SMA 1 tidak tembus, padahal ada temannya yang tidak punya prestasi karena ada orang dalam anaknya tembus. Waktu tanya ketua panitia disampaikan bahwa di SMA 1 , adalah anak-anak berprestasi, saya jawab kenapa anak saya yang berprestasi kenapa tidak tembus? Kewalahan kan ketua panitia dan karena kami demo di kanwil anak-anak tersebut dipanggil lagi tapi kami sudah kecewa jadi anakku masuk SMA Xaverius.
6.Hellen Betty : Semuanya lagu lama yang nyanyiannya di ulang Bu.
7. Sugi Cel: hehe ibu bilang sa ke ibu pung teman-teman DPR Boleh
8. Alex Tanihatu : aduh bicara bebas titipan tapi dari taong ka taong tetap ada saja
9. Nunlehu Sugeha Insan : SMA Siwalima siswa titipan petinggi daerah paling banyak , seng ada penerimaan murni lai , seng berprestasi bisa lolos sedangkan berprestasi seng lolos. Ganti nama sudah
10.Johosoa Tehupuring : Omong kosong,ngomong doang,hoax dasar tukang bohong
Kritik tajam warganet terhadap pernyataan Tethool ini menegaskan bahwa DPRD Maluku dalam hal ini Komisi IV yang membidangi Pendidikan sebagai payung keadilan bagi masyarakat sudah sangat diragukan.
Bagi Warganet fenomena titip menitip siswa di tahun ajaran baru oleh Anggota DPRD dan pejabat lainnya bukan lagi rahasia, hal tersebut sudah menjadi konsumsi publik. Mestinya ketika ada titipan, anggota DPRD harus menolak sebaliknya juga ketika pihak sekolah saat menerima titipan dari angggota DPRD atau pejabat lainnya, pihak sekolah tidak boleh menerima
Warganet juga meminta DPRD Maluku agar berani membuat Pansus untuk mengawasi serta melakukan investigasi terhadap setiap proses penerimaan siswa baru., agar proses seleksi bisa bebas dari nilai-nilai KKN (KN-05)



