Ambon, Kapatanews.com – Drama politik dalam penundaan Musda X Partai Golkar Kota Ambon, kembali terkuak, setelah internal beringin Ambon menguak sebuah fakta terselubung Max Siahay. Fakta mencengangkan ini dibocorkan alus-alus oleh salah satu pengurus yang merasa ada “Playing Victim” yang dilakukan oleh Max Siahay pengurus DPD Golkar Maluku yang juga sebagai Ketua PG Kota Ambon.
Bocor alus-alus drama yang dipolitisir ini terasa begitu indah dan lengkap setelah semua tuduhan penundaan Musda dialamatkan kepada Ketua DPD Golkar Maluku, Bung Ule dan Korbid Kepartaian Richard Rahakbauw (RR), padahal aktor sesunguhnya adalah Max Siahay.
Kepada media ini (8/5/2026) salah satu pengurus Golkar Kota Ambon yang meminta namanya dirahasiakan ini mengungkapkan bahwa Max Siahay sesungguhnya orang yang paling bertanggungjawab dan aktor di balik penundaan Musda Golkar Kota Ambon.
Dirinya menceritakan awal mula ide untuk menunda Musda ini berawal dari Max Siahay atas dasar dan pertimbangan bahwa Golkar Kota Ambon belum siap untuk melaksanakan Musda pada tanggal 30 April 2026, kemudian ide tersebut ditindaklanjuti serta diputuskan dalam Pleno Pengurus Harian.
“Beberapa hari sebelum DPD I Golkar Maluku mengirimkan surat penundaan Musda, Golkar Kota Ambon telah melakukan rapat pleno pengurus harian untuk menunda Musda dari jadwal yang ditetapkan tanggal 30 April ke tanggal 9 Mei 2026. Atas dasar inilah, Golkar Kota Ambon menindakalanjuti keputusan tersebut dengan mengirimkan surat kepada DPD Golkar Maluku untuk meminta proses penundaan Musda X Golkar Kota Ambon” ungkapnya
Lebih jauh ia menjelaskan surat tersebut dikirim oleh Max Siahay dalam bentuk pdf melalaui pesan singkat Whatsapp kepada Sekretaris DPD Golkar Maluku Anos Yermias, anehnya surat tersebut tidak sampai ditangan Ketua DPD Golkar Maluku. Belakangan baru diketahui bahwa surat dimaksud kemudian ditarik oleh Max Siahay beberapa waktu kemudian dengan menyampaikan surat baru bahwa Musda akan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu tanggal 30 April
Ditegaskan oleh sumber, surat permohonan penundaan Musda oleh DPD II Golkar Kota Ambon tersebut berdasarkan Rapat Pleno Pengurus harian dan tidak bisa dibatalkan seenaknya atau sepihak oleh Max Siahay dengan menarik kembali surat tersebut lalu mengirimkan surat baru tanpa melalui keputusan rapat pleno Pengurus Harian,tegasnya
“Sumber menduga sikap Max Siahay dengan menarik kembali surat tersebut bagian dari skenario untuk merusak kepemimpinan dan nama baik Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Lessy dan hal tersebut mereka buktikan dengan pemberitaan miring di beberapa media online Rabu 6 April 2026 dengan menuduh Ketua DPD Beringin Maluku dan Korbid Kepartaian sebagai aktor dibalik penundaan Musda”
Sumber meminta saudara Max Siahay harus bertenggungjawab atas sikapnya tersebut, sumber juga meminta bidang Kepartaian sebagai jantung organsissi dan pengawal regulasi Partai harus bersikap tegas dengan memanggil Max Siahay untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu dan meminta maaf secara terbuka karena telah merusak nama baik Pimpinan Partai Bung Umar Lessy
” Max Siahay dalam kedudukan dan jabatannya sebagai Ketua Golkar Kota Ambon jangan “Playing Victim” seolah-olah adalah korban dari keputusan DPD I Golkar Maluku tetapi sesunguhnya adalah otak dibalik drama penundaan Musda yang sebenarnya” jelas sumber
Dijelaskan oleh sumber Musda X Golkar Kota Ambon sesungguhnya tidak sah dikarenakan sebelum pelaksanaan Musda DPD I Golkar Maluku telah mengeluarkan surat penundaan dan mandat yang dikeluarkan oleh Sekretaris beserta Ketua Harian adalah ” Mandat Bodong” tanpa sepengetahuan Umar Lessy selaku Ketua DPD Golkar Maluku yang adalah ” Mandataris MUSDA”
Saatnya Ketua DPD Golkar Maluku bersikap tegas dan menegakan aturan terhadap semua pelanggaran Disilpin yang dilakukan oleh para pihak yang secara terbuka, terlibat dalam pembangkangan terhadap perintah Partai dalam Musda Golkar Kota Ambon (KN-05)


