Ambon,Kapatanews.com – Kepemimpinan Abdulah Vanath selaku Ketua DPW Nasdem Maluku kembali dipertanyakan, buntut dari tidak diprosesnya hasil Tim Investigasi DPD Nasdem MBD atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Corneles Tuamain,kader Partai Nasdem yang juga anggota DPRD MBD terhadap Klasis LeMoLa dan Sinode GPM Maluku.
Diketahui sebelumnya, dalam Surat DPW Nasdem Maluku Nomor :039/DPW-Nasdem Maluku/VI/2026, menginstruksikan DPD Nasdem Kabupaten MBD untuk melakukan Investigasi terhadap kasus tersebut. Atas dasar dimaksud DPW Nasdem MBD membentuk Tim investigasi dan hasilnya telah disampaikan kepada DPW Nasdem yang diterima langsung oleh Ketua DPW Abdullah Vanath pada tanggal 2 Juli 2026
Pada tanggal 3 Juli 2026 DPW Nasdem Maluku bersama Tim Investigasi DPD Nasdem MBD melakukan Tabayyun bersama MPH Sinode GPM sebagai bentuk respon Nasdem Maluku terhadap persolan tersebut, dimana hasil Tim Investigasi diserahkan dan diterima langsung oleh Ketua MPH Sinode GPM
Berdasarkan fakta tersebut, hingga September 2026, DPW Nasdem Maluku tidak memiliki itikad baik guna menyelesaikan persoalan dimaksud. Hal ini menandakan DPW Nasdem Maluku tidak menghargai Sinode GPM alias di “Prank”
Laporan Tim Investigasi DPD Nasdem MBD
Dalam laporan Tim Investigasi DPD Nasdem MBD,menyatakan Corneles Tuamain dinyatakan terbukti bersalah dimana tingkat pelanggaran yang terjadi termasuk kategori berat sesuai manifesto dan ketentuan AD/ART Partai.
Berikut hasil Tim Investigasi yang menjadi Rekomendasi kepada Ketua DPW Nasdem Maluku:
- Menjatuhakan sanksi tegas organisasi sesuai ketentuan yang berlaku
- Menyatakan laporan terbukti dan segera di proses
- Mengusulkan kepada Dewan Pimpinan Pusat untuk memberhentikan yang bersangkutan dari keanggotaan Partai
- Mengusulkan kepada DPP untuk memPAW-kan yang bersangkutan dari jabatan anggota DPRD kabupaten MBD
Dugaan Dukungan Politik Ketua DPW Nasdem
Ketua DPW Nasdem Maluku, Abdullah Vanath diduga memberikan dukungan politik kepada Corneles Tuamain, pasalnya kasus yang sudah selesai diinvestigasi tersebut sampai saat ini tidak direspon oleh Ketua DPW Nasdem Maluku,Abdullah Vanatah.
Vanath dinilai sengaja memberikan perlindungan politik kepada Tuamain, ungkap salah satu kader Nasdem Maluku, yang meminta namanya dirahasiakan, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya sudah 3 bulan kasus ini sengaja didiamkan dan tidak ada tindaklanjut oleh Ketua Ketua DPW. Ada kesengajaan untuk melakukan pembiaran agar persoalan ini terus mengambang,bebernya
Sumber menjelaskan dugaan dukungan politik Vanath kepada Tuamain jelas terlihat saat Vanath membentuk Tim Investigas diatas Tim Investigasi. Logika organisasinya sederhana dimana laporan Tim Investigasi DPD Nasdem MBD mestinya dibahas dan diputuskan di tingkat DPW bukan lagi dibentuk Tim Investigasi di level DPW untuk menginvestigasi lapoaran Tim Investigasi NASDEM MBD.
” Ini kan Lucu-lucuan yang dilakukan oleh Ketua DPW, masa dalam sebuah organisasi ada tim investigasi diatas tim investigasi” tanya sumber
Lebih jauh sumber menjelaskan, dengan tidak diresponnya persoalaan tersebut menandakan ketua DPW Nasdem tidak mengahargai Sinode GPM dalam percaturan politik di daerah ini
” Beta mau bilang, pemilih GPM di kecamatan LeMoLa itu 24 Ribu, jika Nasdem ingin tetap jaya di pileg berikutnya jangan menganggap remeh persoalan ini”tegasnya
Harus ada kejelasan peroalan ini sudah sejauh mana,jangan karena kepentingan satu orang mengorbankan kepentingan Partai yang lebih besar. Sumber meyakini jika persoalan ini tidak ada keptusaanya maka bisa dipastikan akan berdampak pada Pileg berkutnya
Analogi Kepemimpinan Hamdani Laturua Dan Abdullah Vanath
Pasca persoalan Corneles Tuamain mencuat di ruang publik, kader Nasdem Maluku mulai membandingkan gaya kepemimpinan Ketua DPW Abdullah Vanath dan mantan Ketua DPW Hamdani Laturua dalam merespon dan menyelesaikan persoalan yang menimpa Partai Nasdem
Dijelaskan oleh sumber, persoalan yang terjadi saat ini pernah terjadi sebelumnya dimasa kepemimpinan Hamdani Laturua.Dimana saat itu Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela diduga melakukan pesta miras di kediamanya serta dugaan penganiayaan terhadap salah satu pegawai DPRD Kota Ambon
Publik dan media saat itu memberikan sorotan negatif terhadap Partai Nasdem, tak ingin Partai Nasdem menjadi korban,DPW Nasdem saat itu,Hamdani Laturaua bergerak cepat dengan merespon opini publik. Tim investigasi dibentuk untuk memriksa Tamela dan dalam waktu 1 bulan maslah tersebut selesa dan hasilnya diumumkan ke publik
Berbeda dengan kepemimpinan Abdullah Vanath saat ini, persoalan yang sama diiarkan mengambang tanpa ada keputusan yang jelas,
Sumber mengingatkan bahwa ,kepemimpinan Vantah saat ini membawa nama besar dari Hasil Kerja Laturua sebelumnya pada level legislatif di semua tingkatan yang ada diprovunsi Maluku,ucapnya
“Kami berharap kursi legislatif saat ini bisa dipertahankan dibawah kepemimpinan Vanath,jangan sampai kursi ini turun di pemilu berikutnya hanya karena tidak mampu menyelesaikan peroalan yang terjadi saat ini”
Ketua DPW Dan Sekwil Tak Merespon
Untuk menjaga keseimbangan pemberitaan ,Rdaksi media ini melakukan konfirmasi langsung via pesan singkat Whatsaap kepada Ketua dan Sekwil DPW ,Rabu(30/9/2026), tetapi sampai berita ini dirilis Ketua dan Sekwil DPW Nasdem Maluku memilih diam dan tidak merespon pertanyaan wartawan media ini.
Redaksi Kapatanews.com tetap membuka ruang dalam menerima klarifikasi maupun hak jawab yang nantinya akan dismapaikan oleh DPW Partai Nasdem (KN-05)



