Place Your Ad
Place Your Ad
Berita

Musda X PG Kota Ambon Ditunda Atas Dasar Perintah Partai Bukan Pribadi Tertentu

×

Musda X PG Kota Ambon Ditunda Atas Dasar Perintah Partai Bukan Pribadi Tertentu

Sebarkan artikel ini

Ambon,Kapatanews.com – Ketidakpuasan atas ditundanya Musda X Golkar Kota Ambon oleh kader tertentu dengan memainkan isu dan tuduhan kepada Ketua DPD dan Korbid Kepartaian adalah tidak benar dan merupakan bentuk penggiringan opini yang menyesatkan serta menunjukan ketidakloyalan terhadap perintah partai.

Penundaan Musda Golkar Kota Ambon berdasarkan pertimbangan matang melalui rapat terbatas tertanggal 28 April  yang dihadiri oleh KSB, Ketua harian, Bidang terkait dan Ketua DPD Golkar Kota Ambon yang juga ada dalam kedudukan dan jabatan sebagai salah satu Korbid DPD Golkar Provinsi Maluku. Dalam rapat terbatas (Rates) tersebut keputusan penundaan disetujuii untuk melakukan konsultasi dengan DPP Partai Golkar, bahkan Ketua Golkar Kota Ambon, Max Siahay pun menyetujui keputusan tersebut sehingga ditindaklanjuti dengan surat resmi dari DPD I ke Golkar Kota Ambon

Atas dasar itulah sehingga Musda Golkar Kota Ambon tersebut ditunda dan itu keputusan yang sifatnya kelembagaan, bukan atas pribadi Ketua DPD maupun pribadi  Korbid Kepartaian, seperti yang diberitakan oleh beberapa media online. Sebagai kader Partai harus taat kepada perintah Partai bukan membangkang dengan menggiring opini dengan menyalahkan pihak terkait

Dosen Ilmu Sosial dan Politik UKIM Ambon, Dr Hobarth.W.Soselisa,S.Sos,M.Si ketika diminta tanggapannya terkait tuduhan  tersebut, (6/5/2026) mengatakan bahwa dalam keputusan dan kebijakan partai dengan sistim sentralistik, segala keputusan satu tingkat diatasnya wajib dilaksanakan bukan untuk diperdebatkan, Diinya mencontohkan saat H-1 Musda Golkar DPD Golkar Riau, DPP juga mengeluarkan surat untuk penundaan Musda dan itu ditaati oleh DPD Golkar Riau, ujarnya.

Menurutnya, sebagai kader Partai tidak diperkenankan untuk melakukan tuduhan kepada pimpinan partai yang sifat fitnahan, apalagi tuduhan tersebut tidak berdasar.Ditegaskan oleh Soselisa  keputusan penundaan tersebut bukan diambil sepihak oleh Ketua DPD tetapi keputusan itu melalui mekanisme Partai dalam bentuk rapat terbatas dan hal tersebut merupakan keputusan Partai yang harus dilaksankan,tegas Soselisa.

Soselisa menilai ada kecemburuan dalam internal Partai yang tidak ingin melihat Bidang Kepartaian sebagai jantungnya Partai dalam melaksanakan tupoksinya dengan baik dalam setiap proses Musda. Hal seperti ini di partai sesungguhnya selalu ada tetapi tidak boleh melawan perintah partai yang sudah diputuskan dalam rapat terbatas. Sikap melawan perintah Partai dimaksud adalah sebuah ” kesengajaan”

Dikatakannya,keputusan penundaan adalah hal yang mengikat dan tidak boleh dilanggar.  Dirinya menilai ada kesengajaan yang dilakukan oleh elit Partai tertentu yang melawan hasil keputusan Partai dengan sengaja mengeluarkan surat mandatt untuk menghadiri dan membuka Musda tanpa berkoordinasi dengan Ketua DPD dan lebih parah lagi surat mandat yang dikeluarkan Sekretaris DPD Anos Yermias dan Ketua Harian  Ridwan Rahman tanpa membatalkan surat pertama yang dikeluarkan sebelumnya.

“Ini kesengajaan yang dilakukan elit Partai yang secara langsung merusak nama ketua Partai dan Bidang terkait.Hal semacam ini tidak boleh terjadi dalam tubah Partai sekelas Golkar”

Dirinya menilai ada tiga aspek dalam elit Partai yang bertanggungjawab atas dinamika Musda X Golkar Kota Ambon: Sekretaris DPD- Ketua Harian-Ketua DPD Golkar Kota Ambon, dimana Ketiganya dengan sengaja melawan keputusan partai dengan tetap bersikeras untuk tmenjalankan Musda. Ini kesengajaan yang dilakukan tanpa memikirkan dampak setelahnya,akui Soselisa

“Ini bukan kesalahan biasa tetapi ini kesalahan yang disengajakan dan ini pelanggaran disiplin berat yang harus dipertanggungjawabkan oleh ketiganya dan harus diberikan surat teguran keras agar menjadi catatan bagi para kader yang lain,jelasnya”

Soselisa menyarankan untuk para kader tidak boleh menyalahkan dan menuding Ketua DPD dan Bidang Kepartaian sebagai dalang dibalik polemik Musda Golkar Kota Ambon,tetapi dinamika yang terjadi disebabkan karena ketidakpatutan dan ketidakloyalan elit partai terhadap perintah partai dan Ketua Partai. Keputusan partai yang sudah diputuskan itu demi kepntingan dan kebaikan bersama.

Dirinya berharap dinamika yang terjadi di Musda Golkar Kota Ambon untuk bisa diterima oleh semua pihak sambil menunggu waktu yang tepat untuk melanjukan proses Musda tersebut. Golkar besar karena dinamika tetapi diamika yang terjadi harus tetap menghargai keputusan Partai dengan tidak menuding orang lain,ucapnya (KN-05)

 

 

 

 

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP