Saumlaki, Kapatanews.com – Pulau Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mulai diproyeksikan sebagai kawasan strategis pendukung operasional industri minyak dan gas Blok Abadi Masela di Laut Arafura. Proyeksi tersebut didasarkan pada posisi geografis Selaru yang berada lebih dekat dengan kawasan operasi lepas pantai dibanding wilayah lain di Tanimbar.
Data yang disampaikan dalam kajian pengembangan kawasan menunjukkan jarak Pulau Selaru menuju titik operasi rig offshore dan kawasan kilang minyak sekitar 90 kilometer. Sementara jarak dari Kota Saumlaki menuju lokasi yang sama mencapai sekitar 153 kilometer.
Perbedaan jarak tersebut dinilai dapat mendukung efisiensi distribusi logistik, mobilisasi tenaga kerja, serta percepatan respons darurat dalam kegiatan industri migas lepas pantai. Dalam operasional migas offshore, faktor kedekatan lokasi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menunjang aktivitas produksi.
“Dengan jarak yang lebih dekat, distribusi material, rotasi pekerja, dan pengiriman logistik menuju lokasi operasi dapat dilakukan lebih cepat,” demikian keterangan yang disampaikan dalam pemaparan rencana pengembangan kawasan pendukung Blok Masela.
Dalam industri migas lepas pantai, shorebase berfungsi sebagai pusat operasional darat yang mendukung seluruh kegiatan offshore. Fasilitas tersebut umumnya digunakan sebagai pusat pergudangan, penyimpanan material, pelabuhan kapal suplai, pengisian bahan bakar, serta pusat koordinasi tenaga kerja sebelum diberangkatkan ke lokasi pengeboran.
Selain pengembangan pelabuhan logistik, Selaru juga diproyeksikan menjadi lokasi bandara pendukung untuk menunjang mobilisasi udara menuju kawasan operasi migas. Infrastruktur tersebut direncanakan mendukung kebutuhan logistik sekaligus memperkuat sistem keselamatan kerja di wilayah operasi lepas pantai.
“Keberadaan fasilitas transportasi udara akan mendukung sistem tanggap darurat dan evakuasi pada kawasan operasi offshore,” kata sumber yang terlibat dalam kajian pengembangan kawasan tersebut.
Dalam skema operasional migas modern, kawasan pendukung darat juga berfungsi sebagai titik penyelamatan atau rescue point. Fasilitas itu biasanya dilengkapi akses komunikasi darurat, jalur evakuasi, dukungan helikopter, kapal penyelamat, serta sistem respons cepat terhadap kecelakaan kerja maupun keadaan darurat medis.
Hingga kini, pengembangan Selaru sebagai shorebase dan rescue point masih berada pada tahap proyeksi dan kajian pendukung pengembangan Blok Abadi Masela. Sejumlah rencana tersebut diharapkan dapat mendukung operasional industri migas sekaligus membuka peluang pertumbuhan sektor logistik, transportasi, dan jasa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (KN-07)



