Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan

Iklan
Berita

Slamet : Pimpinan Sidang On The Track Sesuai Aturan, Rumakat Cs Panik Dan Baperan

×

Slamet : Pimpinan Sidang On The Track Sesuai Aturan, Rumakat Cs Panik Dan Baperan

Sebarkan artikel ini
Iklan

Bula, Kapatanews.com – Salah satu Wakil Ketua DPD Golkar SBT Slamet Kelian (22/4/2026) membantah keras tuduhan Ketua Steering Comitte Hafas Kelirey yang menuding Pimpinan sidang tidak netral. Dikatakan oleh Slamet, sesungguhnya yang tidak netral itu adalah Steering Comitte. Hal ini terlihat jelas dimana saat pembacaan hasil kerja steering di hari pertama  musda, ketua steering sengaja menyembunyikan berita acara. Berita acara baru diberikan steering di hari kedua musda saat memasuki Pleno IV ketika diminta oleh pimpinan sidang ,jelas Slamet

Lebih jauh Slamet menjelaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai Ketua Steering Comitte, disetiap perdebatan tentang rekomendasi ganda, Hafas terlihat mendukung dan memberikan pernyataan guna memback up  pikiran Agil Rumakat selaku salah satu calon. Sikap keberpihakan Hafas itu diitunjukan secara terbuka di ruang sidang saat dirinya bersama Agil Rumakat langsung mengancam Sekretaris Pimpinan Kecamatan Bula Barat saat ingin menelpon ketuanya guna mengkonfirmasi keabsahan dukungan yang diberikaan.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Sikap Steering secara terbuka mendukung Agil Rumakat tersebut merupakan sikap tak terpuji yang seharusnya tidak ditunjukan dan seharusnya  bersikap netral dalam pelaksanaan Musda,ungkapnya.

Dijelaskan oleh Slamet, sebagai bagian dari pengurus DPD Golkar SBT saya menilai apa yang ditunjukan oleh pimpinan sidang saudara Masjam Sangadji dalam memimpin sidang musda sudah benar dan tepat karena pimpinan sidang berdiri tegak sebagai penjaga regulator dalam pelaksanaan Musda V DPD Golkar SBT.

Menurutnya kenapa sidang Musda menjadi lama karena pimpinan sidang selalu berpegang teguh terhadap aturan dalam hal ini Juklak 02 tahun 2025. Karena sikap tegas pimpinan sidang inilah Steering dan Agil Rumakan merasa panik dan baperan.Mereka menganggap ketegasan pimpinan sidang yang “On The Track” dengan aturan akan menggagalkan Agil Rumakat sebagai calon ketua Golkar

“Saya katakan setaip agenda yang dibahas terihat jelas Agil Rumakat sangat panik dan gelisah ketika pimpinan sidang meletakan aturan atau mengkonfirmasi satu tingkat diatasnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang terjadi. Rumakat terlihat baperan ketika setiap pendapatnya dimentahakan oleh pimpinan sidang ataupun dari unsur DPD I Golkar Maluku”ucap Slamet

Bahkan menurut Slamet, Agil Rumakat dalam mengamankan kepentingannya, dirinya mengusulkan salah satu calon Ketua yaitu Husein Kelilauw sebagai pimpinan sidang tetap tanpa memperhatikan aturan .dimana sebagai calon tidak dipernkenankan untuk memimpin sidang. Bahkan setelah Husein Kelilauw di copot dari pimpinan sidang, Rumakat dengan sengaja dan sadar mengusulkan ketua Steering  Comitte, Hafas Kelirey sebagai pimpinan sidang untuk mengantikan Husein Kelilauw, tetapi usulan tersebut ditolak oleh peserta sidang dan pimpinan sidaang dengan pertimbangan  siapapun yang terlibat t sebagai calon atau terlibat dalam perangkat pelaksana Musda tidak boleh berkedudukan sebagai pimpinan sidang

Lebih lucu lagi saat skorsing sidang hari pertama untuk dilanjutkan esok hari terlihat jelas Husein Kelilauw yang saat itu sebagai salah satu pimpinan sidang (sebelum dicopot) terlihat mengambil berkas calon untuk diamankan tanpa berkordinasi dengan pimpinan sidang Saudara Masjam Sangadji. Ini kan tidak beretika, masa seorang calon bisa menjadi salah satu pimpinan sidang dan mengambil berkas para calon yang lain untuk diamankan? tanya Slamet

Dikatakan oleh Slamet keberpihakan Stering tersebut sudah terlihat jelas dari proses pendaftaran sampai pada pelaksanaan Musda. jadi kalau ada tuduhan dengan mengatakan pimpinan sidang Masjam Sangdji tidak netral dan berpihak kepada salah satu calon ,itu tidak benar yang benar itu adalah Steering Comittelah tidak netral dan berpihak kepada Agil Rumakat sebagai calon

Slamet juga menambahkan, pihak Rumakat yang mengatakan kandidatnya sudah menang dengan perbandingan 7 : 4  itu tidak benar karena belum masuk pada penetapan calon pada pleno IV . Mereka itu kan tidak paham aturan sehingga mangarti salah-salah (Bukan Mengerti). Yang dimaksudkan dengan 7 : 4  adalah saat memverifikasi peserta musda ditemukan ada 19 Pimpinan Kecamatan (PK), padahal pimpinan kecamatan hanya berjumlah 15  (PK).  Dari 15 PK itu beserta unsur Ormas Hasta karya ditemukan ada rekomendasi ganda, sehingga oleh pimpinan sidang menawarkan kepada peserta sidang untuk sekaligus memverifikasi rekmendasi ganda tersebut agar saat Pleno IV nanti tidak lagi memverikasi rekomendasi  ganda tersebut tetapi hanya difokuskan untuk verifikasi keabsahan lainnya dalam rekomendasi tersebut berupa berita acara rapat pleno,daftar hadir dll.

Setelah disetuji peserta  musda maka hasil ferivikasi tersebut melahirkan rekomenasi milik Agil Rumakat sebanyak 7 rekomendasi dan Isamil Rumbalifar sebanyak 4 Rekomendasi. Tetapi hasil tersebut belum disahkan dan final karena belum masuk pada pleno IV dimana rekomendasi tersebut harus di uji lagi keabsahannya seperti yang saya sebutkan diatas, tegasnya

Dengan demikian saya katakan pihak Agil Rumakat jangan besar kepala dan baperan karena 7 : 4 itu belum final sesungguhnya. Saya merasa mereka sama sekali belum memahami Jukalk 02 tahun 2025 dengan benar sehinga mereka baperan. Kalau saya buka lebih dalam lagi ke publik pasti mereka malu dan saya harap mereka lebih tenamg untuk menyikapi persoalan yang ada

Slamet juga menegaskan Musda V Golkar SBT sama sekali tidak ricuh dan Musda di skorsing  dengan baik tanpa keributan ataupun deadlock bahkan skorsing disetjui oleh peserta sidang atas usulan Agil Rumakat yang menginginkan Musda dilanjutkan di Ambon.  Isu Kericuhan yang dikatakn oleh media itu terjadi diluar arena musda. Bahasa ricuh itu kan bahasa media untuk menarik minat pembaca, ujarnya

Ia juga berharap media dalam pemberitaan harus sesuai fakta. Diirnya megingatkan pihak yang melakukan aksi menghadang pimpinan sidang saat mau kembali ke hotel semuanya adalah pasukan Agul Rumakat yang telah mengkonsumsi Sopi dan mereka semua sudah mabuk,padahal dalam ruang sidang tidak berani bersura dan protes.

Wakil Ketua Demisionr Golkar SBT tersebut berharap ada tindakan tegas Ketua DPD Golkar Maluku,bung Umar Lesyy untuk meberikan teguran keras terhadap saudara Agil Rumakat yang tidak bisa menjaga pasukannya dengan baik sehingga menghadang pimpinan sidang saat ingin kembali ke hotel,tegasnya (KN-05)

 

 

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP