Saumlaki, Kapatanews.com – Utusan khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Iksan Kiat, meninjau Pulau Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Agustus 2025 untuk melihat kesiapan wilayah yang diusulkan sebagai kawasan industri hilirisasi petrokimia. Kunjungan tersebut dilakukan setelah adanya penyampaian usulan pengembangan kawasan industri oleh tokoh masyarakat Tanimbar kepada Menteri ESDM pada April 2025.
Peninjauan dilakukan pada sejumlah lokasi yang telah disiapkan sebagai calon kawasan industri hilirisasi petrokimia. Selain melihat kondisi lapangan, rombongan juga meninjau kesiapan lahan yang direncanakan untuk mendukung pengembangan industri di wilayah tersebut.
Gagasan pengembangan kawasan industri hilirisasi petrokimia di Pulau Selaru sebelumnya disampaikan sesepuh Tanimbar, Lukas Uwuratuw, kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam pertemuan di Ambon pada April 2025. Dalam pertemuan itu, disampaikan potensi dan kesiapan wilayah Selaru sebagai lokasi pengembangan industri berbasis sumber daya energi.
Peninjauan lapangan diawali dengan sembahyang adat yang dilakukan para pemilik hak ulayat. Prosesi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah adat sekaligus permohonan restu bagi rencana pembangunan di wilayah tersebut.

“Harapan masyarakat Tanimbar hari ini mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Kehadiran utusan khusus Menteri ESDM di Pulau Selaru menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kawasan industri hilirisasi petrokimia di Indonesia Timur,” kata Doljer Unawekla.
Menurut Doljer, masyarakat berharap pengembangan kawasan industri dapat membuka peluang investasi dan lapangan kerja bagi warga setempat. Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan industri diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap langkah ini menjadi awal hadirnya investasi besar, terbukanya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Tanimbar,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, tim peninjau melihat potensi wilayah, ketersediaan lahan, serta peluang pengembangan kawasan industri yang dinilai strategis. Lokasi yang ditinjau disebut memiliki posisi yang berpotensi mendukung pengembangan industri berskala nasional.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari Kementerian ESDM terkait penetapan Pulau Selaru sebagai kawasan industri hilirisasi petrokimia. Namun, kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari proses identifikasi dan pengkajian potensi wilayah yang diusulkan untuk pengembangan industri di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (KN-07)


