Maluku, Kapatanews.com – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Gas Abadi Blok Masela pada pertengahan Juli 2026 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Informasi tersebut disampaikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, Senin (6/7/2026).
Djoko mengatakan seluruh persiapan menuju pelaksanaan acara terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Salah satu fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan logistik dan sarana pendukung sebelum kedatangan Presiden.
“Saat ini kami sedang koordinasi dengan Ketua Panitia acara Groundbreaking Proyek Masela, Bapak Pangdam Pattimura, di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini logistik dari Bandara Soekarno-Hatta dalam proses pengiriman ke lokasi Saumlaki, Maluku,” kata Djoko dalam keterangan tertulis.
Menurut Djoko, logistik yang dikirim mencapai sekitar 93 ton. Perlengkapan tersebut meliputi tenda, karpet, generator listrik, pendingin ruangan, serta berbagai fasilitas pendukung lain yang dibutuhkan selama pelaksanaan kegiatan.
Ia menjelaskan sebagian logistik dikirim melalui jalur laut, sedangkan distribusi lainnya dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Persiapan tersebut disesuaikan dengan rancangan acara yang direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Persiapan di lapangan kami lakukan dengan desain kehadiran Bapak Presiden. Mohon doa dan dukungan Bapak Ibu, insya Allah groundbreaking akan dilaksanakan pertengahan bulan ini Juli 2026,” ujar Djoko.
Proyek Lapangan Abadi Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis sektor hulu migas nasional. Lokasinya berada sekitar 160 kilometer di lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, dengan kedalaman laut sekitar 400 hingga 800 meter.
Berdasarkan data SKK Migas, Lapangan Abadi memiliki estimasi cadangan gas sekitar 6,97 triliun kaki kubik (TCF). Cadangan tersebut menjadikan Blok Masela sebagai salah satu lapangan gas laut dalam terbesar yang tengah dikembangkan di Indonesia.
Kontrak kerja sama atau Production Sharing Contract (PSC) Blok Masela ditandatangani pada 1998 dan telah diperpanjang hingga 2055. Pengembangannya diproyeksikan menghasilkan sekitar 9,5 juta metrik ton LNG per tahun, 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari, serta kondensat sekitar 35.000 barel per hari.
Pengembangan Blok Masela menggunakan konsep lapangan migas baru (greenfield) dengan teknologi pengeboran laut dalam, fasilitas bawah laut, Floating Production Storage and Offloading (FPSO), serta kilang LNG darat.
Selain mendukung ketahanan energi nasional, proyek tersebut diperkirakan berpotensi menyerap hingga sekitar 10.000 tenaga kerja selama tahap pengembangan.Jika diinginkan, saya juga dapat mengubahnya ke gaya berita nasional setara Antara, Kompas, atau Tempo tanpa mengubah fakta. (KN-07)



