Place Your Ad
Place Your Ad
Place Your Ad
BeritaDuan LolatKepulauan Tanimbar

Simon Rangkoly Minta Maaf kepada TNI atas Kesalahpahaman Pesan Pribadi

×

Simon Rangkoly Minta Maaf kepada TNI atas Kesalahpahaman Pesan Pribadi

Sebarkan artikel ini

Saumlaki, Kapatanews.com – Simon Rangkoly, warga masyarakat adat Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, memberikan klarifikasi atas beredarnya tangkapan layar (screenshot) pesan pribadi WhatsApp miliknya yang tersebar di Grup WhatsApp “Tanimbar Utara” dan sejumlah media sosial.

Menurut Simon, pesan tersebut merupakan komunikasi pribadi yang tidak pernah dimaksudkan untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas. Ia menyatakan penyebaran isi percakapan tersebut tanpa izin telah menimbulkan kesalahpahaman serta memicu polemik di tengah masyarakat.

Dalam klarifikasinya, Simon menegaskan bahwa dirinya bersama masyarakat adat Desa Lermatang tetap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela beserta seluruh tahapan pembangunannya.

Ia mengatakan pembangunan PSN Blok Masela diyakini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Simon menjelaskan bahwa isi pesan pribadinya yang sempat menyinggung keberadaan personel TNI muncul karena saat itu dirinya belum memperoleh penjelasan secara utuh mengenai kegiatan percepatan pembangunan helipad yang menjadi bagian dari persiapan lokasi groundbreaking.

Menurut Simon, setelah memperoleh penjelasan secara langsung pada Rabu, 8 Juli 2026, dirinya memahami bahwa kehadiran personel TNI bertujuan membantu mempercepat penyiapan infrastruktur lokasi groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026.

Ia menyebut keterlibatan TNI dilakukan karena waktu persiapan yang terbatas, sementara masyarakat Desa Lermatang masih mendampingi proses pembersihan lahan serta pendataan subjek, objek, dan tanaman tumbuh.

Atas pemahaman tersebut, Simon menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia apabila isi pesan pribadinya sempat menimbulkan persepsi yang berbeda mengenai kehadiran TNI di lapangan.

Simon menegaskan bahwa setelah adanya komunikasi secara langsung, persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik dan hubungan antara masyarakat Desa Lermatang dengan TNI tetap berjalan harmonis serta saling mendukung.

Selain menyampaikan klarifikasi, Simon juga menyoroti penyebaran tangkapan layar pesan pribadinya yang menurutnya dilakukan oleh Alo Awawata ke dalam Grup WhatsApp “Tanimbar Utara”.

Menurut Simon, tindakan meneruskan komunikasi pribadi tanpa persetujuan pihak yang membuat pesan merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dari sisi etika komunikasi dan telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Simon berpendapat penyebaran screenshot tersebut bersifat provokatif karena telah memunculkan berbagai opini yang berkembang di ruang publik tanpa disertai penjelasan mengenai konteks percakapan secara utuh.

Ia juga menilai tindakan tersebut berpotensi memecah persatuan masyarakat serta menciptakan persepsi yang keliru terhadap sikap masyarakat adat Desa Lermatang mengenai pelaksanaan PSN Blok Masela.

Simon meminta Alo Awawata agar tidak lagi menggunakan maupun menyebarluaskan pesan-pesan pribadi miliknya dalam bentuk apa pun tanpa persetujuan, karena menurutnya komunikasi tersebut bersifat personal dan tidak ditujukan untuk konsumsi publik.

Lebih lanjut, Simon meminta seluruh masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar melalui media sosial maupun grup percakapan tanpa melakukan verifikasi terhadap sumber informasi tersebut.

Ia juga meminta semua pihak untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan agenda nasional yang berkaitan dengan pembangunan PSN Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Terkait penyebaran tangkapan layar tersebut, Simon meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Simon, penanganan yang profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum diperlukan agar memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak sekaligus menjadi pembelajaran agar penyebaran komunikasi pribadi tanpa izin tidak kembali terjadi.

Di akhir klarifikasinya, Simon berharap polemik yang muncul akibat beredarnya screenshot pesan pribadi tersebut dapat segera berakhir sehingga seluruh elemen masyarakat dapat kembali fokus mendukung pembangunan PSN Blok Masela dalam suasana yang aman, tertib, dan kondusif.

Catatan Redaksi: Pernyataan mengenai dugaan tindakan provokatif dan permintaan penegakan hukum dalam berita ini merupakan pernyataan Simon Rangkoly. Pihak yang disebutkan memiliki hak untuk memberikan tanggapan atau hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. (KN-07)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP