Place Your Ad
Place Your Ad
Berita

GAMKI KKT Serahkan Rekomendasi Strategis FGD kepada Manajemen INPEX

×

GAMKI KKT Serahkan Rekomendasi Strategis FGD kepada Manajemen INPEX

Sebarkan artikel ini

Saumlaki, Kapatanews.com – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyerahkan dokumen rekomendasi hasil Focus Group Discussion (FGD) kepada manajemen INPEX Masela Ltd di kantor pusat perusahaan tersebut, (06/05). Penyerahan dokumen dilakukan oleh kader GAMKI, Marthen Fariman, sebagai bentuk keterlibatan pemuda dalam mengawal proyek strategis nasional Blok Masela. Sabtu, (9/5/2026)

Dokumen rekomendasi tersebut merupakan hasil pembahasan bersama yang melibatkan unsur pemuda, pemerintah daerah, akademisi, dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. FGD digelar untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat lokal dengan rencana pengembangan proyek migas Blok Masela.

Dalam dokumen itu, GAMKI KKT menyampaikan sejumlah poin strategis kepada pihak INPEX. Rekomendasi tersebut mencakup pemberdayaan tenaga kerja lokal, penguatan pelaku UMKM, peningkatan program pendidikan, hingga pengelolaan dampak lingkungan.

Selain itu, GAMKI KKT juga mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam rantai pasok operasional proyek migas di wilayah Tanimbar. Organisasi tersebut menilai keterlibatan masyarakat lokal penting untuk menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami menyambut baik investasi ini, namun masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton,” kata Marthen Fariman, kader GAMKI KKT, usai penyerahan dokumen.

Fariman mengatakan rekomendasi tersebut merupakan hasil aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui forum diskusi terbuka. Menurut dia, generasi muda di Tanimbar ingin pembangunan proyek Masela berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Rekomendasi ini adalah suara dari bawah, dari para pemuda yang ingin Tanimbar maju bersama proyek Masela,” ujar Fariman.

Ia menjelaskan salah satu poin yang disampaikan kepada manajemen INPEX adalah kebutuhan pelatihan sertifikasi tenaga kerja lokal. Program itu dinilai penting agar sumber daya manusia di Tanimbar dapat bersaing dalam sektor industri migas.

Selain tenaga kerja, GAMKI KKT juga meminta peningkatan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Program tersebut diharapkan menyasar sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Fariman mengatakan pihaknya turut menekankan pentingnya transparansi informasi antara perusahaan dan masyarakat. Menurut dia, komunikasi yang terbuka dapat meminimalisir munculnya disinformasi di tengah masyarakat.

“Kami berharap ada ruang komunikasi yang sehat antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat,” kata Fariman.

Dalam pertemuan itu, GAMKI KKT juga menyoroti perlindungan ekosistem laut dan darat di wilayah Tanimbar. Organisasi tersebut meminta operasional proyek tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup masyarakat pesisir dan petani lokal.

Pihak manajemen INPEX menyambut baik dokumen rekomendasi yang disampaikan GAMKI KKT. Perusahaan menyatakan akan mempelajari poin-poin yang disampaikan sebagai bagian dari pertimbangan penyusunan program pengembangan masyarakat.

“Penyerahan dokumen ini menjadi bukti adanya partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah,” kata perwakilan manajemen INPEX usai pertemuan.

Manajemen INPEX menilai keterlibatan organisasi kepemudaan dapat menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan dan masyarakat lokal. Perusahaan juga menyebut rekomendasi tersebut akan dipelajari lebih lanjut untuk disesuaikan dengan rencana operasional di lapangan.

Pertemuan antara GAMKI KKT dan manajemen INPEX berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis. Kedua pihak sepakat menjaga komunikasi guna mendukung kelancaran pengembangan proyek Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Fariman menegaskan GAMKI KKT akan terus mengawal pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut. Menurut dia, organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan hak masyarakat tetap diperhatikan.

“Ini bukan sekadar dokumen, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat Tanimbar ikut merasakan manfaat pembangunan,” ujar Fariman.

Hingga akhir pertemuan, belum ada keputusan teknis yang diumumkan terkait implementasi rekomendasi tersebut. Namun, kedua pihak menyatakan komitmen untuk melanjutkan dialog dan koordinasi pada tahapan berikutnya. (Nik Besitimur)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP