Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan

Iklan
BeritaNasional

Penemuan Gas 5 TCF di Blok Ganal Kaltim

×

Penemuan Gas 5 TCF di Blok Ganal Kaltim

Sebarkan artikel ini
Iklan

Maluku, Kapatanews.com – Pemerintah mengumumkan penemuan sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik di Blok Ganal, Kalimantan Timur, Senin (20/4). Temuan ini berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 yang berada di lepas pantai wilayah tersebut.

Sumur Geliga-1 juga mengandung potensi sekitar 300 juta barel kondensat. Wilayah kerja ini dioperasikan Eni dengan kepemilikan 82 persen dan Sinopec sebesar 18 persen.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Penemuan tersebut menambah potensi migas nasional di Cekungan Kutai yang selama ini dikenal prospektif. Pemerintah menilai kawasan ini masih memiliki peluang eksplorasi lanjutan.

Sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter. Lokasinya berada pada kedalaman laut sekitar 2.000 meter.

Temuan ini merupakan bagian dari aktivitas eksplorasi migas di wilayah kerja Ganal. Kegiatan dilakukan untuk meningkatkan cadangan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan apresiasi atas hasil eksplorasi tersebut. Ia menyebut penemuan ini sebagai momentum penting sektor energi.

“Di tengah kondisi global di mana banyak negara menjaga cadangan energinya, kita patut bersyukur atas penemuan ini,” kata Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (20/4).

Ia menyatakan penemuan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan ketahanan energi nasional. Pemerintah juga mendorong optimalisasi sumber daya yang ditemukan.

Menurut Bahlil, produksi gas dari proyek ini diproyeksikan meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Hal tersebut bergantung pada pengembangan lapangan dan investasi lanjutan.

Pada 2028, produksi puncak diperkirakan mencapai sekitar 2.000 juta standar kaki kubik per hari. Angka ini meningkat dari produksi saat ini sekitar 600–700 MMSCFD.

Produksi tersebut ditargetkan meningkat hingga 3.000 MMSCFD pada 2030. Pemerintah menyebut peningkatan ini sebagai bagian dari strategi jangka menengah.

Selain gas, produksi kondensat juga diproyeksikan meningkat. Pada 2028 diperkirakan mencapai 90 ribu barel per hari.

Produksi kondensat tersebut diperkirakan meningkat menjadi 150 ribu barel per hari pada periode 2029–2030. Angka ini masih dalam tahap proyeksi pengembangan.

“Penemuan ini tergolong kategori besar. Tidak hanya gas, tetapi juga kondensat,” ujar Bahlil Lahadalia.

Ia menambahkan, produksi kondensat dapat berkontribusi terhadap pengurangan impor minyak. Hal ini dinilai mendukung ketahanan energi nasional.

Penemuan Geliga-1 melanjutkan keberhasilan eksplorasi sebelumnya di kawasan yang sama. Sebelumnya ditemukan cadangan di Geng North pada 2023.

Selain itu, eksplorasi juga menemukan potensi di sumur Konta-1 pada 2025. Kedua temuan tersebut memperkuat prospek wilayah Cekungan Kutai.

Pemerintah juga mencatat temuan lain di sumur Gula. Sumur tersebut menghasilkan sekitar 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat.

Secara kumulatif, temuan di wilayah tersebut berpotensi menambah produksi gas nasional. Tambahan produksi diperkirakan mencapai sekitar 1.000 MMSCFD.

Produksi kondensat dari temuan kumulatif tersebut diperkirakan mencapai 90 ribu barel per hari. Angka ini masih dalam tahap perencanaan pengembangan.

Pengembangan lapangan dilakukan melalui sejumlah proyek gas terintegrasi. Di antaranya proyek Gendalo dan Gandang pada South Hub.

Selain itu terdapat proyek Geng North dan Gehem pada North Hub. Proyek-proyek tersebut telah mencapai tahap keputusan investasi akhir.

Dalam rencana pengembangan, fasilitas terapung akan digunakan untuk produksi. Fasilitas ini berupa Floating Production Storage and Offloading.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1 miliar kaki kubik gas per hari. Selain itu mampu memproduksi 90.000 barel kondensat per hari.

Proyek ini juga akan terintegrasi dengan fasilitas yang telah ada. Salah satunya Kilang LNG Bontang di Kalimantan Timur.

Pemerintah menyatakan pengembangan dilakukan untuk mempercepat monetisasi gas. Selain itu untuk meningkatkan nilai tambah bagi negara. (K-07)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP